Penulis:
Dr. Wahyudi Pramono, M.Si.
Ukuran Buku: 15.5 x 23 cm
Jumlah Halaman: xiv + 254
Tahun Terbit: Juli 2026
ISBN: 978-623-8029-xx-x
Buku Kontestasi Kekuasaan dalam Politik Lokal: Elite, Pilkada, dan Demokrasi di Era Otonomi Daerah menghadirkan analisis komprehensif tentang bagaimana kekuasaan bekerja di tingkat daerah pasca Reformasi. Otonomi daerah membuka ruang partisipasi politik yang lebih luas, namun sekaligus melahirkan arena kontestasi baru yang sarat patronase, klientelisme, dan politik uang. Elite formal maupun informal yakni: kepala daerah, DPRD, partai politik, tokoh agama, tokoh adat, hingga botoh; berkelindan dalam membentuk konfigurasi kekuasaan lokal yang kompleks dan sering kali paradoksal.
Melalui kajian yang detail disertai beberapa realitas di daerah-daerah, buku ini menyingkap fenomena seperti: Pilkada Kudus 2018, yang memperlihatkan transformasi botoh dari penjudi tradisional menjadi aktor politik informal yang ikut mengatur distribusi politik uang dan mobilisasi suara. Di sisi lain, politik lokal di Banten menampilkan interaksi khas antara kyai dan jawara sebagai kekuatan sosial yang mampu menentukan arah dukungan politik masyarakat. Analisis ini kemudian diperdalam dengan studi kasus Pilkada Sampang 2018, yang menunjukkan relasi antara elite religius, kultural, dan politik membentuk dinamika kekuasaan lokal yang khas.
Dengan bahasa yang tajam namun komunikatif, buku ini menegaskan bahwa politik lokal bukanlah arena pinggiran, melainkan fondasi utama kualitas demokrasi nasional. Politik lokal telah menjadi rujukan penting bagi masyarakat, mahasiswa, akademisi, peneliti, maupun praktisi pemerintahan yang antusias memahami wajah politik lokal Indonesia secara lebih mendalam, fakta politik lokal telah menjadi arena hibrida hal mana demokrasi elektoral modern telah berpadu dengan struktur kekuasaan tradisional, patronase, dan jaringan informal.

