Kania Sang Maestro Tenun Mandar Merawat Sureq Lintas Generasi

Penulis:

St. Hartina

Halaman: viii + 98

Ukuran: 21 x 14,8 cm
Cet. 1: Oktober 2025
ISBN: 978-623-8029-xx-x
 
 
 
 
 
 
 

Kania, sang Maestro Tenun Mandar, merupakan perempuan Mandar yang tidak kalah jauh dari ibunya dalam melestarikan Tenun Mandar. Jika ibunya melestarikan dengan terus menceritakan Tenun Mandar kepada anaknya, maka Kania melestarikan tenun Mandar melalui karya yang terus digelutinya tanpa lelah dan tapi. Di tengah banyaknya tantangan bagi penenun yang tidak jarang membuat penenun elus dada, Kania memilih untuk terus berkarya bahkan pada saat Ia memiliki pilihan untuk berhenti.

Karena kekayaan budaya, salah satunya Tenun Mandar, merupakan hal yang harus dijaga keberadaannya, dilestarikan nilai dan eksistensinya, maka tulisan ini kemudian dilahirkan. Bukan hanya untuk karyanya namun juga bagi pegiatnya yang secara bersamaan berjalan beriringan dalam pelestarian budaya. Budaya akan terus ada sepanjang pegiat juga ada, begitu pun sebaliknya, pegiat akan ada jika terdapat hal yang harus dapat digeluti.

Pegiat budaya, terutama penenun merupakan pihak yang paling dekat kain tenun itu sendiri. Sehingga mengenai tenun akan sangat valid jika didengarkan darinya, tak hanya cerita tentang perkembangannya namun semua hal yang menyangkut tentangnya (tenun Mandar) secara umum
diketahui oleh para penenun, terutama penenun yang bergelut di dunia tenun sejak lama. Kania misalnya, yang menggeluti dunia tenun sejak berada di bangku sekolah dasar, yakni pada tahun 1970-an hingga saat ini.

Tenun Mandar sebagai salah satu kekayaan budaya masyarakat Mandar di Sulawesi Barat yang dewasa ini terus mengalami inovasi. Inovasi merupakan salah satu cara untuk menjaga sebuah karya, namun di lain sisi, inovasi juga dapat menggerus keaslian dari suatu hal yang dikembangkan. Salah satunya tenun Mandar, maka dibutuhkan pembukuan atau tulisan untuk menjaga keaslian dari sebuah karya. Tulisan ini kemudian hadir untuk membantu melestarikan tenun Mandar melalui cerita dari sudut pandang penenun, pemakai atau konsumen kain tenun, dan tentu literatur yang membahas tenun Mandar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *