Rasya Aqilla
Kode Buku: Pui08
Aku menulis bukan karena aku pandai berkata-kata, tapi karena aku terlalu sering diam. Dan diam yang terlalu lama, lama-lama butuh tempat pulang. Antologi ini bukan buku sastra. Ia tidak lahir dari ruang kelas, seminar, atau syarat lomba. Ia lahir dari malam-malam yang sunyi, dari ruang dalam diri yang tidak bisa dijelaskan ke siapa pun— termasuk diriku sendiri.
Ada yang kutulis karena cinta. Ada yang kutulis karena luka. Ada juga yang kutulis hanya karena tidak tahu harus bercerita pada siapa. Kamu mungkin akan menemukan tentang seseorang yang sangat ingin mencinta tapi tak berani bilang. Atau tentang rindu yang sudah tidak ingin lagi berharap temu. Mungkin juga tentang ibu yang tak pernah kupeluk cukup, tentang tubuh yang lelah, tentang Tuhan yang kadang terasa jauh, tentang hati yang bingung dan hidup yang tidak selalu masuk akal.
Tapi semua itu adalah bagian dari caraku bicara. Dengan kata yang tak pernah kau dengar. Dan jika suatu saat kau merasa tersentuh, atau justru merasa sedang dibacakan isi hatimu sendiri, maka mungkin kita pernah sama-sama diam dalam luka yang tak sempat jadi suara.

